TANGERANG — Polisi turun langsung ke sekolah untuk mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terprovokasi ajakan melalui media sosial maupun teman sebaya yang dapat membahayakan keselamatan dan masa depan mereka.
Pesan itu disampaikan Kapolsek Karawaci Kompol Anggoro Winardi, S.H., M.H., saat melakukan mitigasi dan silaturahmi bersama guru serta siswa SMK Negeri 7 Kota Tangerang, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut digelar di SMKN 7 Kota Tangerang, Koang Jaya, Kecamatan Karawaci. Turut hadir jajaran kepolisian, Babinsa, kepala sekolah, para guru dan siswa.
Dalam pertemuan itu, Kompol Anggoro menekankan pentingnya peran bersama dalam menjaga pelajar agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri.
"Kepolisian wajib turun langsung ke lapangan. Kami ingin memastikan adik-adik pelajar tetap aman, fokus belajar, dan terhindar dari berbagai hal negatif yang bisa merugikan masa depan, " ujar Anggoro.
Ia juga mengingatkan para siswa berkaca dari pengalaman sebelumnya. Menurutnya, pernah ada dua alumni SMKN 7 Kota Tangerang yang diamankan saat berlangsungnya aksi demonstrasi besar di Jakarta.
"Jangan mudah ikut-ikutan dalam kegiatan yang tidak jelas. Keselamatan kalian jauh lebih penting. Jangan sampai karena ajakan di media sosial atau teman, masa depan kalian justru terganggu, " katanya.
Polisi juga mengimbau siswa yang memiliki rencana bepergian ke Jakarta pada 27 Agustus 2026 agar mempertimbangkan kembali perjalanannya, terutama jika tidak memiliki keperluan mendesak.
Bagi siswa yang memang harus pergi karena urusan penting, polisi mengingatkan agar didampingi orang tua atau orang dewasa, menjaga komunikasi, serta menghindari lokasi yang terdapat kerumunan atau aksi massa.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian juga melakukan komunikasi dengan sejumlah siswa terkait informasi adanya rencana aktivitas thrifting ke Jakarta. Polisi meminta kegiatan tersebut tetap dilakukan dengan memperhatikan keselamatan dan tidak mendekati lokasi aksi.
"Kalau memang tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tidak pergi ke Jakarta. Jangan mudah percaya informasi yang beredar dan jangan terpancing provokasi, " ucapnya.
Selain mengantisipasi ajakan aksi massa, polisi mengajak para pelajar menjadi pengguna media sosial yang cerdas dengan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan berita bohong atau hoaks.
Kegiatan tersebut dikemas dalam program "Polisi Hadir, Sekolah Aman, Keluarga Nyaman" sebagai upaya memperkuat komunikasi antara kepolisian, sekolah, orang tua dan pelajar.
"Belajar dengan baik, jaga diri, pilih pergaulan yang positif, jangan mudah terprovokasi, dan fokus meraih cita-cita, " pesan Kompol Anggoro kepada para siswa.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.20 WIB dan berlangsung aman serta kondusif.

Dimas, S.H.